Aku Tinggalkan Suami Ku

Cerita ini saya buat untuk pelajaran bahwa dalam satu hubungan suami istri yang terpenting adalah kepercayaan dan kebersamaan.

Di suatu negara ada sepasang suami istri yang sangat berkecukupan, luas halaman rumah mereka sebesar 3 kali lapangan bola. Sang suami adalah pemilik salah satu pemilik perusahan tambang terbesar didunia. Dari pekerjaan ini, suami membiayai semua kebutuhan istrinya namun semua itu terbayar  dgn jarangnya mereka berkumpul karena suami pulang selama 3 bulan sekali, itu pun hanya 1 minggu.

Saat suami pulang, mereka makan berdua diatas meja makan, suasana semu tercipta. Istri mulai berkata “ sayang, bisakah engkau memberikan saya sebuah mobil, barangkali aku membutuhkannya  saat kau tidak ada, sebab aku sangat kesepian disini”. Suaminya tidak menjawab dan pergi dari meja makan, berkemas dan pergi bekerja. Keesokan hari nya suaminya pulang dengan membawa sekotak hadiah “ ini hadiah untukmu”, Ujar lembut suaminya. “terima kasih sayang” balas istri sambil membuka kotaknya.  Saat ia membuka kotak, ia mendapat sebuah Al-Quran di dalamnya. Sang istri marah dan membanting Al-quran tersebut dan berteriak “ aku menginginkan mobil, bukan al-quran ini, al-quran ini tidak bs menemaniku” katanya sambil berlari pergi meninggalkan rumah untuk jangka waktu yg lama.

Lima tahun kemudian, sang istri pulang. Ia mendapati rumahnya yg telah hancur, kotor tak terurus. Ia bertanya pada tetangga nya. Dari tetangganya ia mendapat berita bahwa suaminya telah meninggal 4 tahun yg lalu disebabkan oleh kecelakan pesawat terbang. Ia menangis dan berlari menuju kamar mereka dulu. Di kamar ini ia mendapati al-quran yang dulu ia buang. Ia ambil dan mencoba membukanya. Ternyata didalam al-quran td terselip sebuah kunci mobil yg dulu ia pinta dan ada selembar surat didalam nya. Isinya kurang lebih demikian “ sayang? Dgn al-quran ini,aku berharap saat aku tak ada,engkau selalu mendoakan aku agar aku selalu dlm lindungan Allah. Aku berikan mobil ini untuk engkau jadikan alat untuk berkeliling memberi sedekah kepada anak jalanan. Semoga engkau bisa menerima. Papa sayang mama!”. Itulah isi suratnya, menyesal si istri membacanya, kalau saja dulu ia bisa menerima al-quran tersebut,mungkin sekarang ia masih bs bersama suaminya.